STOP Menaikan Upah Minimum Pekerja!


Anies Sandi, umumkan UMP (Upah Minimum Provinsi) Jakarta 2018 sebesar 3.9jt


Ini serius, yang kita butuhkan itu bukan UMP yang tinggi.
Yang sebenarnya kita butuhkan adalah harga beras 1.000/liter, harga bbm 1.000/liter ataupun penurunan harga tarif dasar listrik dan penurunan harga-harga bahan pokok. Mau setinggi apapun ump, otomatis harga-harga kebutuhan akan mengikuti.

Dan lagipula, lihat dari sisi pengusaha. Pengusaha makin mempersempit deskjob karyawan. Yang tadinya karyawan tugasnya menghitung cash flow, sekarang double job ditambah urusan administrasi.
Yang karyawan adminstrasinya kemana? Ya dipecatlah.. memangnya dia mau kerja bakti?

Pengusaha yang tidak sanggup bertahan, terancam gulung tikar. PHK merajalela dan kemudian nambah lagi angka pengangguran, meningkat lagi angka kejahatan.

Angka ump ini juga yang menyebabkan matinya pertumbuhan pengusaha indonesia, untuk memulai usaha problem utamanya adalah perhitungan modal dan biaya beban usaha.

Siapa sih yang gak mau naik gaji? Tapi pernah kepikiran apa yang terjadi jika ump tahun depan naik lagi? Naiknya tidak seberapa pula!

Perusahaan dan para pengusaha mulai mengikuti.
Pertamina menaikan gaji karyawan otomatis butuh pemasukan lebih dengan menaikan harga bbm.
Bulog menaikkan gaji karyawan otomatis menaikkan harga beras.
Harga beras yang naik otomatis menaikan harga makanan diwarteg.
PLN menaikkan harga, bogasari menaikkan harga berimbas juga ke tukang siomai dan batagor yang mau tak mau, rela tak rela turut menaikan harga. Apa tahun depan masih dapat semangkuk bakso harga 10.000?.
Bbm yang naik otomatis menaikan biaya pengiriman sayuran, pengiriman barang online.. hehehe

Jadi, kehidupan karyawan itu ibarat rantai yang digembok, ump adalah gemboknya dan kebutuhan bahan pokok adalah kuncinya.
So stop kenaikan UMP!!
Baca juga: Sindiran Mas Saptuari Untuk Yang Kredit Motor Baru

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel