Jika Anda Seorang Karyawan Baru, Hindari 5 Poin Penting Ini

Jika anda diterima sebagai karyawan baru di sebuah perusahaan, ada hal-hal penting yang harus diketahui. Karena ini menyangkut dengan masa depan karir anda di perusahaan anda saat ini.

Mungkin tidak masalah jika rekan-rekan kerja baru anda orangnya asyik, ga ambil pusing dan ga gampang baperan. Tapi lain halnya jika kita mendapatkan rekan kerja yang sebaliknya. Gampang baper, suka ngadu sama atasan, hingga rekan kerja yang kerjaannya suka "sikut kiri sikut kanan, injak bawah tendang atas". Tidak peduli seberapa baiknya kita sama dia, tapi karena sifatnya yang "bermuka dua", maka biasanya banyak karyawan yang tidak betah, dan ujung-ujungnya resign.

Terlebih lagi sifat kita yang tidak mencerminkan seorang yang berbudi pekerti luhur dan mencerminkan karyawan profesional. Saya jamin, karir anda di perusahaan tersebut tidak akan berlangsung lama.

Berikut hal-hal yang harus dihindari oleh seorang karyawan baru



1. Jangan pernah bersikap "SOK TAHU"

Karyawan baru biasanya akan diberikan pelatihan, salah satunya adalah dengan mengikuti senior ketika sedang bekerja.

Ketika senior sedang memberikan arahan dan penjelasan tentang pekerjaan apa yang harus dikerjakan, jangan pernah sekali-kali anda memotong penjelasan mereka dengan ucapan yang menjurus pada sikap sok tahu anda.

Jujur saja, saya paling tidak suka pada karyawan seperti ini, terlebih karyawan tersebut adalah karyawan baru.

Kenapa?

Karena dengan sikap sok tahunya anda, mereka seakan-akan merasa paling bodoh dan kalah pintar dengan anda sebagai karyawan baru. Apalagi jika sikap seperti ini dilakukan ketika ada bos atau atasan ketika sedang memantau pekerjaan. Tentu saja hal seperti ini bisa menjadi bahan pertimbangan atasan dalam menilai kinerja kita selaku bawahannya.
Jika anda tidak mau dijauhi oleh rekan kerja, hindarilah sifat sok tahu seperti ini. Jika anda merasa keahlian kita jauh lebih baik dari para senior, lebih baik berdiskusi dan berbicaralah dengan santai.

2. Jangan merasa paling benar sendiri

Poin ini sebenarnya masih ada sangkut pautnya dengan poin nomor satu tadi. Tapi sikap yang harus dihindari seperti pada poin ini, sudah masuk dalam kategori keterlaluan. Sudah bersikap sok tahu, merasa paling pinter sendiri lagi.

Bersikaplah seperti biasa saja, santai tapi profesional.

Sikap sok tahu dan seolah-olah anda orang yang berintelektual tinggi, mungkin akan terlihat positif di mata sang boss, tapi tidak dengan pandangan para senior anda.

3. Sok akrab dan sok asik

Poin ke tiga ini sebenarnya tidaklah masalah jika dilakukan pada rekan sesama tim.

Yang jadi masalah adalah ketika kita baru mengenal mereka, dan belum mengetahui lebih jauh tentang kehidupan mereka kesehariannya.

Bisa saja senior kita itu ada yang moodnya lagi down, pikirannya lagi semrawut, dll. Jika kita bersikap konyol seperti ini kepada mereka, bukannya memberi kesan positif pada anda, yang ada mereka merasa ilfeel dan enggan untuk bekerja sama dengan anda.

4. Pelit senyum dan kurang dalam sopan santun

Seberat apapun masalah pribadi yang sedang menimpa anda atau mood anda yang lagi ga bagus, jangan pernah sekali-kali dibawa masalah pribadi tersebut dengan masalah pekerjaan.

Tetap berikan senyum dan bersikaplah seolah tidak ada masalah apapun yang sedang menimpa diri anda. Berilah kesan kepada senior dan rekan kerja anda, bahwa anda adalah rekan kerja yang enak dan mengasyikan.

5. Malas belajar dan banyak gengsi

Poin ke 5 biasanya dialami oleh perusahaan yang bekerja di bidang public relation atau berhubungan langsung dengan konsumen.

Ketika senior sedang memberikan arahan, jangan lupa untuk menyimak se fokus mungkin, kalau bisa anda bawa catatan untuk mencatat poin-poin penting yang sedang dijelaskan oleh senior. Jangan gengsi dan jangan pernah malu ketika senior anda memberi arahan di depan banyak orang. Dengan sikap yang seperti ini, senior anda akan merasa dihormati oleh anda, dan mereka pun akan memberikan kesan yang positif untuk anda.
Baca juga: Jika Atasan Marah, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel