Inilah 6 Alasan Lamaran Kerja Diabaikan Perusahaan

Apakah Anda pernah mengalami gimana rasanya diberi harapan palsu oleh perusahaan atau lamaran kerja diabaikan saat Kita ingin melamar pekerjaan tersebut?

Saat ini seiring bertambahnya para investor dan startup yang mendirikan perusahaannya di Indonesia, semakin banyak pula persaingan para pencari kerja yang dari tahun ke tahun terus bertambah.

Tidak sedikit pula banyak para calon pelamar yang berputus asa karena belum mendapatkan pekerjaan akibat kalah bersaing dengan jutaan para pelamar di seluruh penjuru nusantara.

Berbicara masalah persaingan kerja, keputusannya hanya ada dua. Yakni diterima atau ditolak, walaupun hampir semua perusahaan menolak calon pelamar dengan cara yang halus, yaitu dengan alasan disuruh menunggu beberapa waktu.

Baca juga: Inilah Modus Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Ada beberapa tahapan ketika seorang pelamar melamar pekerjaannya hingga sampai bisa diterima. Mulai dari membuat berkas lamaran, tes psikotes, tes kesehatan, hingga wawancara kerja.

Pertama untuk masalah berkas lamaran, tidak sedikit para calon pelamar kerja yang ditolak olehperusahaan dikarenakan ada kesalahan pada berkas lamaran yang kita kirim.

Inilah 6 Alasan Lamaran Kerja Diabaikan Perusahaan
Inilah 6 Alasan Lamaran Kerja Diabaikan Perusahaan

Berkas lamaran sangat penting sekali, karea tim HRD akan menyeleksi calon karyawannya pertama berdasarkan apa yang ada dalam berkas yang kita kirimkan. Semakin bagus berkas dan CV kita, maka semakin besar pula kemungkinan untuk lolos ke tahap selanjutnya.

Berikut 6 Alasan Surat Lamaran Kerja Diabaikan Atau Tidak Ditanggapi Oleh Perusahaan:

Tidak Sesuai Dengan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Memperhatikan kualifikasi yang dicari dan dibutuhkan karyawan sangat penting sekali. Bila kita mengabaikan poin ini, berarti Kita hanya melakukan pekerjaan yang sia-sia.

Sebagai contoh, apabila ada perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jaringan internet dan mereka sedang mencari staff IT yang memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun untuk bidang yang sama. Jika suatu saat Anda mencoba mengirimkan lamaran ke perusahaan tersebut, maka besar kemungkinan lamaran Anda sudah pasti ditolak atau diabaikan.

Solusinya adalah, carilah pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi yang diminita. Baik dari segi pendidikan, usia, tinggi badan, dll.

Tidak Menonjolkan Keahlian Kita yang Memang Sedang Dicari Perusahaan

Sudah dipastikan perusahaan yang sedang membuka lowongan pekerjaan, menyebutkan keahlian apa saja yang harus dibutuhkan oleh pelamar yang mereka cari. Pastikan Kita menyebut dan menonjolkan secara singkat, jelas dan padat tentang skill Kita sesuai dengan yang sedang dicari perusahaan.

Misalnya ketika ada lowongan untuk akuntan dan perpajakan, maka Kita harus menyebutkan keahlian Kita dibidang akuntansi dan perpajakan, serta kemampuan-kemampuan penunjang lainya. Seperti mengoperasikan komputer dan sebagainya.

Resume atau Daftar Riwayat Hidup Terlalu Panjang dan Tidak Sesuai

Buatlah CV (Curriculum Vitae) atau daftar riwayat hidup semenarik mungkin. Tapi bukan berarti harus membuat CV terlalu panjang dan bertele-tele, ditambah lagi poin tersebut tidak relevan dengan apa yang sedang dicari oleh perusahaan tersebut. Misalnya saja, menghias resume / CV menggunakan font yang tidak umum dan tidak standard.

Buatlah CV dengan format penulisan yang formal dan umum, tonjolkan skill dan prestasi kita yang berkaitan dengan posisi yang akan kita lamar. Jika saja perusahaan mencari posisi untuk menjadi sales marketing, Kita tidak perlu mencantumkan prestasi sebagai pemenang lomba tari ballet atau lomba bermain catur, karena hal seperti ini sangat tidak relevan.

Gunakanlah Foto yang Formal

Perusahaan biasanya akan meminta kepada pelamar untuk memberikan foto sebagai bukti keaslian dan tanda pengenal awal. Oleh karena itu, Kita diwajibkan menggunakan foto yang formal dan terlihat profesional. Kita bisa menggunakan jasa foto  studio dan sejenisnya. Selain akan menghasilkan foto yang bagus, juga Kita bisa menggunakan pakaian formal yang biasanya disediakan gratis. Gunakanlah kemeja putih polos disertai dasi, hindarilah aksesoris yang berlebihan.

Kirimkanlah CV dan Surat Lamaran Original Hasil Tulisan Sendiri

Poin yang tidak kalah penting adalah, hindarilah mengirimkan surat lamaran kerja beserta CV hasul dari copy paste dari internet. Perlu diketahui, pihak perusahaan tentu sudah menerima ribuat surat lamaran, sehingga mereka dengan mudahnya dapat mengenali tulisan mana yang merupakan hasil copy paste. Disarankan agar memodifikasi surat lamaran yang Kita peroleh menggunakan bahasa sendiri, karena itu merupakan modal penting untuk mendapatkan keyakinan tim HRD tentang keseriusan Kita dalam melamar pekerjaan.

Periksa Kembali Kontak Anda

Tak jarang ketika kita sedang buru-buru atau entah itu karena lupa dan capek, Kita sering lupa mencantumkan kontak yang berupa nomor telepon dan alamat e-mail, padahal itu hal yang sangat penting bagi Kita dan perusahaan dalam berkomunikasi ke tahap selanjutnya.

Kesimpulan:

Ketika kita ingin bekerja pada suatu perusahaan, itu tidak serta merta tinggal tes langsung masuk. Perlu diikuti langkah demi langkah untuk lolos sebagai calon karyawan. Tahap awalnya sendiri adalah dimulai dengan pembuatan dan pengiriman berkas surat lamaran kerja.

Share this:

You May Also Like

6 Comments

  1. Mantap gan.. Buat nambah wawasan

  2. Sampe saat ini blm ada panggilan jiga ????
    Moga aja dgn cara ini bisa berhasil amiin

    1. Tetap semangat mbak,jangan patah semangat. Semua orang pasti pernah mengalami tahap ini. 🙂

Jika ada pertanyaan, komentar, kritik dan saran...

error: