Jika Atasan Marah, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

Bagi yang sudah menjadi karyawan dan sudah bekerja, pasti pernah merasakan rasa panasnya ketika dimarahin oleh atasan. Jika atasan marah, kadang kita selaku bawahannya akan menjadi down dan ujung-ujungnya jadi malas untuk bekerja.

Punya atasan yang super cerewet dan super bawel memang susah-susah gampang, apalagi atasannya perempuan, yang lagi PMS lagi…. Waduuh, udah deh, tinggal nerima nasib aja kalau sudah seperti itu.

Jangankan Kita melakukan kesalahan besar, beberapa kesalahan kecil yang Kita lakukan saja bisa jadi masalah besar jika ketahuan oleh bos yang cerewt.

Wajar, jika Kita dimarahin karena kinerja Kita yang gak beres dan sering malas-malasan. Tapi lain ceritanya jika Kita ternyata sudah bekerja dengan maksimal dan sekuat tenaga, tapi tetap saja kena marah. Siapa di sini yang gak kesel kalau posisinya seperti itu.

Memang, setiap orang mempunyai respon yang berbeda-beda ketika dimarahin oleh atasannya. Ada yang menganggap hanya sebagai angin lalu dan tetap santai, tapi ada juga yang sampe sakit hati, bahkan sampe resign gara-gara itu.

Nah, kalo Anda sendirir gimana reaksinya jika suatu saat atasan Anda marah.

 

Berikut Tips dan Trik Jitu, Jika Atasan Marah Kepada Kita

 

Ketika Kita sedang dimarahin atau kena omelan atasan, diam saja! dan jangan pernah sekali-kali membantah ucapannya.

Siapa yang gak kesel, jika Kita sedang marah dan mengomel-ngomel, lalu ucapan Kita dibantah. Yang pasti Kita bakal tambah marah.

Nah.. begitu halnya dengan atasan Kita, mereka juga manusia biasa. Jadi ketika mereka sedang marah,  maka Kita sebagai bawahannya harus bisa memakluminya.

Memang, pasti ada perasaan kesal dan tidak enak ketika Kita nggak salah, tapi dicap seperti orang yang salah. Tapi saran Kami jangan membela diri dulu pada saat itu, Kita diamkan dan jelaskan permasalahannya di lain waktu ketika suasananya sudah tenang.

Karena berusaha membela diri saat atasan marah, dijamin itu tidak akan membantu Kita untuk keluar dari permasalahan.

 

Ikuti dulu semua perintahnya

Paling gak enak lagi, ketika habis dimarahin, dikasih tugas lagi. Rasanya itu gimana gitu.

Jika hal ini terjadi, maka Kita “IYA” kan dulu aja permintaannya. Jangan pernah sekali-kali mencari alasan untuk menolak perintahnya. Jangan sampai marah-marah edisi kedua terjadi lagi gara-gara hal seperti ini.

Jika memang perintah tugas itu agan tidak sanggup atau diluar kapasitas Kita, maka utarakannlah kepada atasan dengan lemah lembut.

 

Catat semua argumennya

Ketika seseorang sedang marah, kebanyakan mereka akan berkata apa saja tanpa berfikir terlebih dahulu. Bahkan seringkali mereka tidak ingat apa saja yang mereka ucapkan karena kondisi sedang emosi. Hal ini tidak menutup kemungkinan jika mereka akan merubah argumentasinya di kemudian hari.

Kan ribet juga kalau Kita sudah mengerjakan apa yang bis minta, tapi ujungnya disalahin karena bos berkata lain secara tiba-tiba.

 

Jangan pernah diambil hati dengan ucapannya

Seperti Kita ketahui, orang akan mengeluarkan kata-kata kasar dan cenderung bikin sakit hati ketika sedang marah. 

Lalu, bagaimana caranya sikap Kita saat sedang dimarahin dengan kata-kata yang tidak enak?

Jawabannya adalah… 

JANGAN BAPER DAN JANGAN CENGENG!!

Sadar diri saja kalau Kita hanyalah bawahannya mereka, pasti ada saatnya Kita kena marah sama atasan. Begitupun dengan bawahan yang lain. Jadi jangan merasa hanya agan saja yang kena marah, faktanya semua karyawan pasti melewati fase ini sebelum sukses jadi orang “besar”.

Intinya, jangan pernah dimasukin hati, kata-kata kasar yang keluar dari mulut boss.

 

Kerjakan pekerjaan semaksimal mungkin dan jangan sampai telat


Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.

Jika orang marah pasti ada penyebab kemarahan tersebut. Salah satu misalnya adalah, pekerjaan tidak selesai pada waktu yang telah ditentukan si boss.

Cobalah kerjakan pekerjaan dengan cepat, benar dan teliti. Dengan begitu, setidaknya Kita tidak memancing emosi atasan Kita pada saat itu.

 

Ceritakan keluhanmu dengan teman kerja yang bisa dipercaya SAJA

Curhat ke teman kerja setelah kenyang dimarahin atasan itu wajar-wajar saja.

Tapi ingat…

Jangan pernah mengadu dan menceritakan semua keluhan dan permasalahmu ke sembarang teman kerja. Pilihlah teman kerja yang tepat untuk bisa dijadikan tempat curhatan Kita, yang sudah care dan sudah mengerti keadaan Kita.

Biasanya atasan mempunyai mata-mata untuk mengambil informasi apapun dan dari siapapun, salah satunya dari karyawan yang biasanya cari muka dan bermuka dua.

 

Introspeksi diri dan ambil sisi positifnya

Dimarahin atasan itu hal biasa, semua orang pasti pernah mengalaminya. Anggap saja itu ujian hidup agar Kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

Silahkan introspeksi diri dan berfikir sejenak, “Kesalahan apa yang telah Saya lakukan???”.

Perlu Kita ketahui, atasan mempunyai catatan baik buruk tentang karyawannya. Sekali saja Kita salah di matanya, maka catatan itu akan selalu diingat di dalam memorinya, dan seakan sangat susah untuk menghilangkan predikat buruk tersebut.

Mulailah dari sekarang Kita evaluasi diri dan memperbaiki kesalahan tersebut, dengan cara mengambil sisi positifnya untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan tegar.

 

Jangan terburu-buru untuk menyerah, syukurilah Kita masih punya pekerjaan yang menghasilkan

Terkadang disaat Kita sedang dimarahi, Kita jadi ikut terbawa emosi. Bukan hanya marah sama atasan, tapi juga marah sama keadaan.

Semua hal terasa salah, apapun yang Kita lakukan terasa salah. Termasuk pada pekerjaan Kita saat ini. Karena jika Kita berbuat seperti ini, secara tidak langsung Kita telah mengingkari nikmat Tuhan yang kita dapatkan.

Berfikirlah, masih banyak jutaan orang diluar sana yang masih mencari pekerjaan dan ingin menggantikan posisi Kita saat ini.

Banyak orang yang sampai frustasi akibat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: 10 Jurus Agar Mudah Diterima Kerja

Mulai sekarang, mari Kita renungkan lagi kesulitan yang kita terima dengan nikmatnya gaji yang Kita terima 😀

Bertahan saja dulu…

Dimarahin orang memang nggak enak banget, apalagi yang marahin atasan Kita sendiri.

So, JANGAN PERNAH menghindari interaksi dengan atasan, apalagi sampai memusuhinya, habis itu langsung resign lagi.

Atasan akan lebih senang dengan karyawan yang bisa introspesksi diri dan bekerja menjadi semakin baik.

Share this:

You May Also Like

Jika ada pertanyaan, komentar, kritik dan saran...

error: